Duniaeni Blogger

linkedin facebook twitter pinterest instagram youtube
  • Home
  • About
  • Recognition
  • Disclosure
  • Contact
  • Log

 

Perlu dipahami bahwa menjadi tamu VIP dalam sebuah acara perusahaan bukan sekadar mendapatkan tempat duduk khusus, atau fasilitas eksklusif. Posisi tersebut juga membawa ekspektasi tertentu, mulai dari etika, penampilan, hingga kesiapan berinteraksi dengan berbagai pihak. Tidak sedikit tamu VIP yang berasal dari kalangan eksekutif, mitra bisnis, investor, media, maupun pembicara yang menjadi representasi sebuah organisasi.




Persiapan yang matang akan membantu Anda tampil lebih profesional sekaligus menghargai penyelenggara acara. Berikut sembilan hal yang sebaiknya dipersiapkan sebelum menghadiri acara perusahaan sebagai tamu VIP.

1. Pelajari Agenda Acara Terlebih Dahulu

Luangkan waktu untuk membaca rundown atau agenda yang dikirim panitia. Dengan memahami susunan acara, Anda dapat mengetahui kapan sesi registrasi, presentasi, networking, makan malam, maupun sesi foto bersama berlangsung.

Persiapan sederhana ini juga membantu Anda mengatur waktu kedatangan sehingga tidak terlambat, terutama jika ada penyambutan khusus untuk tamu VIP. Hal ini menjadi semakin penting apabila acara diselenggarakan di kota besar yang menjadi pusat penyelenggaraan berbagai event bisnis nasional, seperti Jakarta, sehingga Anda dapat menyesuaikan jadwal perjalanan dan mengantisipasi kondisi lalu lintas sejak awal.

2. Kenakan Busana Sesuai Dress Code

Setiap acara perusahaan biasanya memiliki tingkat formalitas yang berbeda. Ada yang menerapkan business formal, business casual, hingga cocktail attire. Mematuhi dress code menunjukkan rasa hormat kepada penyelenggara sekaligus mencerminkan profesionalisme. Pastikan pakaian bersih, rapi, nyaman dikenakan, dan sesuai dengan karakter acara.

3. Siapkan Dokumen atau Identitas yang Dibutuhkan

Beberapa acara mewajibkan para tamu menunjukkan undangan digital, QR code, kartu identitas, atau kartu nama, saat registrasi. Mempersiapkan dan menyimpan seluruh dokumen tersebut dalam satu tempat akan mempercepat proses check-in, dan menghindari antrean yang tidak perlu.

4. Datang Lebih Awal

Jangan datang mefet waktu, apalagi sampai terlambat. Datang sekitar 20–30 menit sebelum acara dimulai, ini akan memberi banyak keuntungan. Anda memiliki waktu untuk registrasi, mengenali lokasi, menemukan tempat duduk, hingga berbincang santai dengan panitia atau tamu lain sebelum acara resmi dimulai. Jika lokasi acara berada di pusat bisnis dengan mobilitas tinggi, menggunakan layanan sewa mobil dapat menjadi pilihan yang lebih praktis, karena memberikan fleksibilitas dalam mengatur waktu keberangkatan dan rute perjalanan.

Kedatangan lebih awal juga membantu mengantisipasi kendala lalu lintas, atau proses pemeriksaan keamanan yang terkadang memerlukan waktu tambahan, maupun jika terjadi hal diluar perkiraan.

5. Persiapkan Materi Perkenalan Singkat

Sebagai tamu VIP, Anda kemungkinan akan bertemu banyak profesional dari berbagai perusahaan. Karena itu, siapkan perkenalan singkat mengenai nama, jabatan, organisasi, dan bidang pekerjaan. Perkenalan yang ringkas membuat percakapan terasa lebih natural, dan memudahkan orang lain mengenal Anda tanpa terkesan berlebihan.

6. Perhatikan Etika Selama Acara

Etika merupakan salah satu aspek yang paling diperhatikan dalam acara bisnis. Hindari memotong pembicaraan, gunakan ponsel seperlunya, serta berikan perhatian penuh ketika pembicara sedang menyampaikan materi. Jika mendapat kesempatan bertanya atau memberikan sambutan, sampaikan pendapat secara singkat, jelas, dan relevan dengan topik yang sedang dibahas.

7. Siapkan Kartu Nama atau Kontak Digital

Walaupun pertukaran kontak kini banyak dilakukan melalui LinkedIn atau QR Code digital, kartu nama tetap menjadi alat networking yang praktis dalam berbagai acara perusahaan. Pastikan informasi yang tercantum masih terbaru, sehingga calon relasi dapat menghubungi Anda dengan mudah setelah acara selesai.

Pada beberapa acara berskala besar khususnya di Ibu Kota, terutama pada acara peluncuran produk, perayaan pencapaian perusahaan, atau seremoni pembukaan yang banyak digelar di ibu kota, dekorasi berupa bunga standing Jakarta juga kerap digunakan sebagai bentuk apresiasi dari mitra bisnis. Memahami konteks acara semacam ini dapat membantu Anda membuka percakapan ringan dengan tamu lain sebelum memasuki diskusi yang lebih profesional.

8. Jaga Sikap Saat Sesi Networking

Networking bukan sekadar memperbanyak kenalan, tetapi membangun hubungan profesional yang berkualitas. Dengarkan lawan bicara dengan baik, hindari mendominasi percakapan, dan fokus mencari kesamaan kepentingan yang dapat menjadi awal kerja sama. Apabila memungkinkan, catat nama atau perusahaan yang menurut Anda berpotensi menjadi relasi penting untuk ditindaklanjuti setelah acara.

9. Lakukan Follow Up Setelah Acara

Banyak peluang bisnis justru muncul setelah acara berakhir. Oleh karena itu, kirimkan ucapan terima kasih melalui email atau LinkedIn kepada pihak yang sempat berdiskusi dengan Anda. Follow up sederhana dalam waktu 24–48 jam, dapat memperkuat kesan profesional sekaligus membuka peluang kolaborasi di masa mendatang.

Menjadi tamu VIP di acara perusahaan berarti membawa citra diri maupun organisasi yang Anda wakili. Dengan mempersiapkan agenda, penampilan, etika, hingga strategi networking, Anda dapat memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal. Persiapan yang baik tidak hanya membuat Anda lebih percaya diri, tetapi juga meningkatkan peluang membangun hubungan profesional yang bermanfaat dalam jangka panjang.


August 05, 2026 No komentar

 

Apakah kalian menyadari bahwa cara menemukan produk baru kini jauh berbeda dibandingkan lima, atau sepuluh tahun lalu? Dulu, banyak orang mengenal produk melalui iklan televisi, brosur, pameran, atau rekomendasi langsung dari teman. Sekarang, perjalanan konsumen jauh lebih dinamis. Seseorang bisa mengenal sebuah produk hanya karena melihat video berdurasi 30 detik, membaca ulasan di marketplace, atau bahkan menemukan unggahan pengguna biasa di media sosial, seperti Tiktok, Instagram.

Perubahan perilaku ini tidak terjadi begitu saja. Semakin mudahnya akses internet, berkembangnya berbagai jenis media sosial, serta meningkatnya kepercayaan terhadap pengalaman pengguna lain, telah mengubah cara orang mengambil keputusan sebelum membeli. Berikut sembilan cara masyarakat modern menemukan produk baru yang kini semakin dominan:




1. Melalui Video Pendek di Media Sosial

Platform seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts telah menjadi "etalase digital" baru. Banyak orang tidak lagi mencari produk secara aktif, tetapi justru menemukannya ketika sedang menikmati konten hiburan, atau konten lain yang mereka gemari.

Algoritma media sosial mampu menampilkan produk yang sesuai dengan minat pengguna berdasarkan aktivitas mereka sebelumnya. Akibatnya, proses menemukan produk terasa lebih alami dibandingkan melihat iklan konvensional, seperti iklan televise, ataupun brosur. Sehingga Hal ini dimanfaatkan oleh banyak digital marketing agency untuk membantu brand menjangkau audiens yang lebih spesifik melalui konten video yang relevan dengan kebiasaan pengguna.

2.  Membaca Review dari Pengguna Asli

Kini konsumen lebih percaya pada pengalaman pengguna dibandingkan slogan promosi.

Sebelum membeli, banyak orang mencari ulasan atau  review berupa foto, video, maupun komentar yang menunjukkan bagaimana produk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Review seperti ini dianggap lebih jujur karena menampilkan kelebihan sekaligus kekurangan produk. Pola yang sama juga terlihat pada produk, atau layanan yang tergolong baru, termasuk platform crypto, di mana calon pengguna cenderung mempelajari pengalaman orang lain terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mencoba, agar terhindar dari hal-hal tidak diinginkan.

Menurut laporan BrightLocal Local Consumer Review Survey 2025, sebagian besar konsumen membaca ulasan online sebelum memutuskan membeli produk, atau menggunakan suatu layanan. Kebiasaan ini menunjukkan bahwa review telah menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan.

3. Rekomendasi dari Kreator Konten

Influencer bukan lagi satu-satunya sumber rekomendasi. Saat ini banyak konsumen lebih menyukai kreator dengan komunitas yang lebih kecil, tetapi memiliki hubungan yang dekat dengan pengikutnya. Micro-influencer sering dianggap lebih autentik, sehingga rekomendasinya terasa lebih dapat dipercaya dibandingkan promosi yang terlalu komersial.

4. Fitur Pencarian di Marketplace

Marketplace tidak lagi hanya menjadi tempat bertransaksi. Banyak orang membuka marketplace hanya untuk melihat produk terbaru, membandingkan harga, membaca spesifikasi, hingga mengecek penilaian, atau pengalaman pembeli. Bahkan tanpa niat membeli saat itu juga, dan aktivitas tersebut sering berakhir dengan penemuan produk yang sebelumnya tidak mereka ketahui.

5. Konten "How-To" dan Edukasi

Alih-alih mencari produk tertentu, banyak pengguna memulai dengan mencari solusi atas masalah yang mereka hadapi. Misalnya, seseorang mencari cara mengurangi panas di dalam rumah, cara menyimpan makanan lebih awet, atau cara mengatur ruang kerja yang lebih nyaman. Dari konten edukatif tersebut, mereka kemudian mengenal berbagai produk yang dapat membantu menyelesaikan kebutuhan tersebut. Pendekatan seperti ini membuat konsumen merasa menemukan produk melalui solusi, bukan melalui promosi.

6. Forum dan Komunitas Online

Forum diskusi, seperti grup Facebook, Discord, menjadi tempat bertukar pengalaman antarpengguna. Rekomendasi yang muncul dalam komunitas biasanya lebih mendalam karena berasal dari orang-orang yang benar-benar menggunakan produk tersebut dalam jangka waktu tertentu. Tidak jarang produk yang belum terlalu populer justru dikenal luas berkat pembahasan di komunitas.

7. Mesin Pencari yang Semakin Pintar

Cara menggunakan mesin pencari juga telah berubah. Jika dulu orang mengetik nama produk, sekarang mereka lebih sering mengetik kebutuhan atau masalah yang ingin diselesaikan, seperti "sepatu yang nyaman untuk berdiri seharian" atau "lampu hemat listrik untuk kamar kerja". Mesin pencari kemudian menampilkan artikel, video, ulasan, hingga perbandingan produk yang relevan. Dari sinilah konsumen mengenal berbagai merek baru yang sebelumnya belum pernah mereka dengar.

8. Rekomendasi Berbasis Algoritma

Platform digital kini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memberikan rekomendasi yang lebih personal. Riwayat pencarian, produk yang pernah dilihat, hingga kebiasaan berbelanja digunakan untuk menyarankan produk lain yang dianggap sesuai dengan preferensi pengguna.

Menurut McKinsey & Company, personalisasi yang didukung data mampu meningkatkan keterlibatan pelanggan sekaligus mendorong keputusan pembelian karena rekomendasi menjadi lebih relevan dengan kebutuhan masing-masing individu.

9. Konten dari Pengguna Biasa (User-Generated Content)

Salah satu perubahan terbesar saat ini adalah meningkatnya pengaruh konten buatan pengguna. Foto sebelum dan sesudah penggunaan produk, video unboxing, pengalaman memakai produk selama beberapa bulan, hingga cerita sederhana di media sosial sering kali lebih menarik perhatian dibandingkan iklan profesional.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen semakin bergeser kepada pengalaman nyata. Ketika banyak orang membagikan pengalaman positif secara sukarela, produk tersebut lebih mudah ditemukan oleh calon pembeli lainnya.

Kesimpulan

Cara masyarakat menemukan produk baru telah mengalami transformasi besar. Jika dahulu informasi lebih banyak datang dari perusahaan melalui iklan, kini konsumen justru menemukannya melalui pengalaman pengguna lain, algoritma digital, komunitas online, hingga konten edukatif.

Perubahan ini menunjukkan bahwa proses menemukan produk tidak lagi bersifat satu arah. Konsumen kini berperan aktif mencari informasi, membandingkan berbagai pilihan, dan memanfaatkan beragam sumber sebelum mengambil keputusan. Bagi pelaku bisnis, memahami perubahan perilaku tersebut menjadi langkah penting agar produk lebih mudah ditemukan di tengah persaingan digital yang semakin ketat.

 


August 05, 2026 No komentar

 

Siapa yang di rumah memiliki lemari khusus untuk alat kebersihan?

Lemari alat kebersihan sering menjadi tempat menyimpan sapu, pel, ember, cairan pembersih, lap, sikat, vacuum cleaner, hingga stok tisu dan plastik sampah. Karena fungsinya lebih ke area servis, dan agar tidak berantakan atau berceceran, serta menganggu pemandangan di rumah. Sayangnya, bagian ini sering tidak terlalu diperhatikan dibanding ruang utama, seperti ruang tamu atau kamar tidur.

Padahal, lemari alat kebersihan bisa menjadi titik rawan rayap jika berada di area lembap, menempel ke dinding, dan menggunakan material kayu atau kayu olahan. Apalagi jika di dalamnya ada lap basah, kardus produk, atau rak kayu yang jarang dibersihkan.


Kenapa Lemari Alat Kebersihan Bisa Rawan Rayap?




Mungkin hal ini belum banyak dipahami dan disadari, kalau area penyimpanan alat kebersihan biasanya dekat dengan sumber air, seperti kamar mandi, dapur, laundry, atau area belakang rumah. Jika pel, lap, atau ember masih basah saat disimpan, kelembapan bisa bertahan lebih lama di dalam lemari.

Sementara rayap menyukai tempat yang lembap, gelap, dan jarang terganggu. Jika lemari terbuat dari MDF, particle board, plywood, multipleks, atau kayu solid, material tersebut tetap mengandung selulosa yang bisa menjadi sumber makanan rayap.

Pel dan Lap Basah Bisa Memperburuk Kondisi

Salah satu kebiasaan yang sering terjadi adalah menyimpan pel atau lap dalam kondisi belum benar-benar kering. Akibatnya, bagian dalam lemari menjadi lembap, dan berbau apek. Kelembapan yang terus terjebak bisa membuat material lemari melemah. Jika ada celah kecil di lantai atau dinding, rayap bisa memanfaatkan jalur tersebut untuk masuk ke area lemari.

Kardus Produk Pembersih Jangan Ditumpuk Terlalu Lama

Perlu jadi perhatian juga, beberapa produk kebersihan biasanya masih disimpan bersama kardusnya, seperti stok tisu, deterjen, sabun lantai, atau perlengkapan rumah tangga lainnya. Kardus mengandung selulosa inilah yang sangat disukai rayap.

Jika kardus diletakkan langsung di lantai lemari yang lembap, bagian bawahnya bisa rusak lebih dulu. Dari situ, risiko rayap bisa menyebar ke rak kayu, atau bagian dalam lemari. Sehingga menyebabkan kerusakan perlahan, namun pasti yang tidak disadari.

Bagian Bawah Lemari Sering Jadi Titik Awal

Selain kardus pembungkus produk yang  tersimpan dalam lemari alat kebersihan memicu rayap. Bagian bawah lemari alat kebersihan pun paling perlu diperhatikan, karena dekat dengan lantai. Jika lantai sering basah akibat pel, rembesan, atau cipratan air, area ini bisa menjadi lebih rawan.

Coba perhatikan, apakah ada tanda seperti serbuk halus, kayu mengelupas, bagian bawah lemari terasa lunak, atau pintu lemari mulai sulit ditutup? Jika ada tanda-tanda tersebut, sebaiknya tidak diabaikan. Bisa saja kerusakan sudah terjadi dari bagian dalam material.

Dinding Belakang Lemari Perlu Dicek

Lemari alat kebersihan sering ditempatkan menempel ke dinding agar tidak memakan ruang. Namun, posisi ini membuat bagian belakangnya jarang terlihat. Jika dinding belakang lemari lembap, cat mengelupas, atau ada retakan kecil, area tersebut perlu diperiksa. Rayap bisa bergerak melalui celah dinding menuju bagian belakang lemari tanpa terlihat dari depan.

Tanda Rayap di Lemari Alat Kebersihan

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan adalah muncul jalur tanah kecil di sudut dinding, serbuk halus di bawah lemari, kardus mudah hancur, rak terdengar kopong, atau bagian bawah lemari mulai rapuh.

Jika lemari berbau lembap dan ada bagian kayu yang terasa lunak, jangan langsung dianggap hanya karena sering terkena air. Periksa juga kondisi lantai, dinding, dan barang yang disimpan di dalamnya.

Cara Mengurangi Risiko Rayap pada Lemari Alat Kebersihan




Langkah pertama, adalah pastikan pel, lap, dan sikat benar-benar kering sebelum disimpan. Hindari memasukkan alat yang masih basah ke dalam lemari tertutup.

Kedua, jangan menyimpan kardus terlalu lama di dalam lemari. Gunakan wadah plastik atau organizer yang lebih mudah dibersihkan dan tidak mudah menyerap lembap.

Ketiga, beri jarak antara lemari dan dinding agar sirkulasi udara lebih baik. Jarak kecil ini juga memudahkan pengecekan jika muncul tanda awal rayap.

Jika mulai muncul tanda seperti jalur tanah, serbuk halus, kardus rusak, atau bagian bawah lemari mulai rapuh, layanan anti rayap medan bisa menjadi pilihan untuk membantu mencegah kerusakan menyebar ke bagian rumah lainnya.

Kesimpulan




Lemari alat kebersihan bisa menjadi area rawan rayap jika sering lembap, banyak menyimpan kardus, dan jarang diperiksa bagian bawah serta belakangnya. Karena area ini sering dianggap hanya sebagai tempat servis, tanda awal rayap sering terlambat diketahui.

Dengan menyimpan alat dalam kondisi kering, mengurangi kardus, menjaga ventilasi, dan rutin memeriksa area sekitar lemari, risiko kerusakan akibat rayap bisa dikurangi sejak dini.

 


July 29, 2026 No komentar

 

Siapa yang ingat tanggal 23 Juli kemarin adalah Hari Anak Nasional?

Alhamdulliah, banyak yang ikut merayakan Hari Raya Anak Nasional, termasuk Dompet Dhuafa, lembaga filantropi islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya, welasasih (filantropis) dan wirausaha sosial ini, melalui program BesTeam (Bestian Sama Yatim) menghadirkan Indonesia Dream Festival 2026 dengan tema "1000 Dreams, One Festival".

Indonesia Dream Festival 2026




Festival ini dirancang sebagai ruang yang menggabungkan edukasi, kreativitas, budaya, permainan, serta pengalaman inspiratif yang mendorong anak-anak yatim dan dhuafa untuk berani bermimpi, mengenali potensi diri, menampilkan bakat terbaik, serta membangun karakter melalui nilai-nilai kebaikan, kepedulian, dan kebersamaan.

Indonesia Dream Festival juga menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak melalui program pemeriksaan kesehatan mata dan pemberian kacamata gratis bagi anak yang membutuhkan, serta penyaluran berbagai bantuan penunjang seperti santunan, paket school kit, dan bentuk dukungan lainnya sebagai upaya membantu mereka meraih masa depan yang lebih baik.

Senangnya, saya dan teman-teman blogger berkesempatan ikut hadir menyaksikan acara Indonesia Dream Festival 2026, yang diadakan tanggal 26 Juli 2026, di Pasa Raya Blok M. Menampilkan finalis-finalis Indonesia Dream Festival 2026, yang terdiri dari lomba menyanyi, Menari, dan Dai Cilik. Peserta berasal dari berbagai daerah, karena memang lomba untuk seluruh anak Indonesia, tanpa dipungut biaya apapun. Bahkan para finalis diberikan tiket gratis bersama mendamping, untuk ikut final acaranya.

Saya sempat ngobrol dengan pendamping peserta lomba nyanyi dari Semarang,  yang merupakan Neneknya. Elfano Akbar, sudah yatim sejak usia 4 tahun, bakat menyanyi tumbuh ketika diajak Neneknya ke suatu acara, dan diminta untuk bernyanyi. Ternyata keterusan sampai cucunya berusia 7 tahun, dan dalam Indonesia Dream Festival 2026 ini cucunya meraih juara 2 loh.

Ragam Acara di Indonesia Dream Festival 2026




Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2024, tingkat kemiskinan nasional berada di angka 8,85%, menurun dari 9,36% pada tahun sebelumnya. Namun, angka ini masih setara dengan sekitar 24 juta jiwa yang hidup di bawah garis kemiskinan. Data ini menunjukkan bahwa meski ada penurunan, kemiskinan masih menjadi persoalan serius, terutama bagi kelompok rentan seperti anak yatim.

Karena itu kegiatan Dompet Dhuafa ini menjadi salah satu hal yang positif untuk menumbuhkan dan mengembangkan bakat anak yatim. Apalagi di Indonesia Dream Festival 2026 selain menghadirkan Talent Zone yang merupakan panggung apresiasi yang menampilkan para grand finalis Indonesia Dream Talent dari berbagai daerah yang sebelumnya telah mengunggah penampilan mereka melalui Reels Instagram dan lolos seleksi awal. Juga ada zone-zone lain, yaitu:

Bestian Kindness Zone untuk menanamkan nilai empati, kepedulian sosial, dan semangat berbagi sejak usia dini melalui berbagai aktivitas sederhana yang dapat dilakukan oleh anak-anak.

Dream Zone dengan memberikan pengalaman eksploratif kepada anak-anak yatim dan dhuafa untuk mengenal berbagai profesi, keterampilan, serta peluang masa depan sehingga mereka memiliki keberanian untuk bermimpi dan mulai mengenali potensi dirinya.

Play Zone dengan menghadirkan ruang bermain yang sehat, aktif, dan edukatif melalui permainan tradisional Indonesia untuk melatih kerja sama, sportivitas, komunikasi, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.

Care Zone dengan memberikan layanan kesehatan yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.








Dompet Dhuafa juga memberikan apresiasi dalam BesTeam Award melalui program BesTeam kepada individu, komunitas, perusahaan, maupun figur publik yang telah menunjukkan komitmen, kepedulian, dan kontribusi nyata dalam mendukung tumbuh kembang anak yatim di Indonesia.

Dan, acara diramaikan juga dengan  dongeng, sulap, serta talkshow mengusung tema "Bekal Hebat untuk Meraih Mimpi", sesi tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman bahwa setiap cita-cita tidak hanya diraih melalui keberanian untuk bermimpi, tetapi juga melalui bekal yang kuat berupa kesehatan, karakter yang baik, serta dukungan dari lingkungan sekitar. Kemudian puncak acara menghadirkan Quinn Salman. Terlihat sekali adik-adik yang hadir merasakan kegembiraan bersama.

Semoga Dompet Dhuafa yang sudah berjalan lebih tiga dekade (33 tahun) ini, dan  berkontribusi menghadirkan layanan bagi pemberdayaan dan pengembangan umat melalui lima pilar program, yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kebencanaan, dakwah dan budaya, serta CSR. Terus mendapat dukungan dari masyarakat, agar bisa terus mengembangkan sayap kebaikannya.

Oya, Dompet Dhuafa juga menerapkan tata kelola sesuai prinsip GCG (transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran) dan memastikan organisasi berjalan sesuai regulasi, kepatuhan syariah dan ketentuan-ketentuan lainnya. Jadi jangan ragu, jika kalian ingin berpartisipasi dan berbagi bareng Dompet Dhuafa.

Public Relation Dompet Dhuafa

Philanthropy Building

Jl. Warung Jati Barat No.14

Jakarta Selatan 12540,

 Untuk informasi lebih lanjut, harap hubungi :

U.P : Corcom Dompet Dhuafa, Bani (+62852 1942 7407)


July 27, 2026 4 komentar


Di era digital ini tentu saja banyak perusahaan memiliki website resmi miliknya sendiri untuk meningkatkan citra profesional bisnis secara signifikan. Sehingga menciptakan rasa percaya dan aman pengunjung, serta menjadi aset jangka panjang. Karena website menjadi rujukan utama tempat semua produk, jasa, konten edukatif, maupun promo sebuah perusahan. Menjadi akses informasi cepat saat calon pembeli membutuhkan berbagai informasi tentang perusahaan, dan produknya.

Selain mengenal produk, dan mengetahui informasi lain, mempromosikan produk melalui website sudah pasti lebih memudahkan transaksi jual beli, lebih efisiensi layanan. Dibandingkan promosi melalui offline yang jangkauannya terbatas pada jarak, dan kondisi. Juga memerlukan biaya lebih tinggi dibanding promosi secara online di website. Hal ini membuat website menjadi pusat konversi.

Namun membuat website banyak pengunjung, memiliki kredibilitas merek, dan mudah ditemukan di mesin pencari, itu tidak mudah. Banyak beberapa faktor, sehingga ketika membangun website, selain mendesai sesuai kebutuhan perusahaan, mengisi dengan konten edukatif  untuk penarik pengunjung, diperlukan juga strategi penanaman backlink, atau tautan baik. Yang mengarahkan pengguna dari satu situs web ke situs web lainnya, tautan ke situs lain ini bertindak sebagai tanda kepercayaan dari Google. Tapi perlu diperhatikan, penanaman backlink tidak asal, agar tujuan tercapai sesuai target.


Seedbacklink


 Manfaat Backlink untuk Bisnis

Penanaman backlink yang baik tentu saja akan memberikan dampak positif, dan manfaat yang besar bagi keberhasilan website perusahaan, diantaranya:

Meningkatkan Peringkat di Google, mesin pencari akan melihat tautan yang masuk sebagai tanda kualitas, sehingga dapat membantu situs website perusahaan tampil di halaman depan hasil pencarian. Karena backlink merupakan salah satu faktor utama dalam algoritma pencarian di Google, sehingga Google mampu memberikan peringkat terbaik di SERP.

Mendatangkan Pengunjung Potensial, backlink dari situs web lain tidak hanya membantu SEO, tetapi juga mendatangkan pengunjung  dari situs lain, yang dapat langsung mengklik tautan tersebut, dan menuju halaman produk di website perusahaan. Sehingga perusahaan dapat menjangkau audiens lebih luas, dan mendapat organik trafik.

Membangun Kredibilitas Merek, tautan dari situs lain bertindak sebagai rekomendasi yang membuat website perusahaan mudah ditemukan secara online, dan lebih kredibel. Terutama jika situs lain tersebut popular atau memiliki otoritas tinggi.

Mengoptimalkan Biaya Promosi Jangka Panjang, penanaman backlink dibandingkan dengan strategi pemasaran digital, jauh lebih ekonomis. Karena backlink yang ditanam di situs website yang relevan, dampaknya dapat bertahan dalam jangka panjang tanpa memerlukan biaya berulang.

Bagaimana Memilih Backlink yang Murah dan Berkualitas?

Lalu bagaimana memilih backlink yang berkualitas agar tujuan perusahaan tercapai, dan semua manfaat backlink terpenuhi di website perusahaan?

Tentu saja banyak sekali platform yang menawarkan jasa backlink, tapi Anda bisa memilih backlink di seedbacklink untuk memberikan manfaat bisnis bagi website perusahaan. Karena di seedbacklink tersedia jasa backlink kontekstual, berkualitas, dofollow mulai dari yang murah, sampai backlink media. Meski termurah, namun berkualitas.

Untuk jenis jasa backlink, seedbacklink menyediakan dua jenis utama jasa backlink untuk memenuhi strategi SEO Anda, yaitu:

  1. Jasa Backlink Media Nasional, untuk otoritas tinggi dari media ternama seperti Detik, Kompas, dll.
  2. Jasa Backlink Blog, dari ribuan blogger terverifikasi di berbagai niche

Prosesnya pun sangat mudah dan efisien. Anda dapat browsing ribuan inventory media dan blog di seedbacklink. Lalu pilih publisher yang sesuai dengan niche dan budget, dan lakukan pembayaran serta berikan brief materi. Team seedbacklink akan segera memproses publikasi artikel beserta backlink untuk website Anda.

Perlu diketahui, meskipun algoritma terus berkembang, peran backlink sebagai sinyal kepercayaan dan otoritas dari pihak ketiga belum tergantikan. Strategi link building yang berkualitas akan selalu menjadi pilar fundamental dalam SEO. Anda bisa mencobanya sekarang!

 


July 23, 2026 20 komentar

 


Nama gue Pak Sardi, enam puluh satu tahun, pensiunan nelayan. Sekarang gue cuma duduk di teras, ngopi, dan lihat laut dari kejauhan karena lutut gue sudah tidak mengizinkan gue naik perahu lagi. Istri gue sering bilang, gue terlalu banyak mengamati urusan orang lain. Mungkin istri gue benar. Tapi kalau gue tidak mengamati, tidak ada yang akan tahu apa yang terjadi di rumah sebelah selama hampir dua tahun itu.

Tentang Kampung Kami

Kampung kami namanya Dusun Kalongan. Terletak di pesisir selatan Jawa, sekitar dua belas kilometer dari Parangtritis. Bukan desa wisata. Bukan desa yang ada di peta mana pun yang dijual di toko buku. Kami hanya ada di mulut ke mulut, dan bahkan itu pun jarang.

Penduduknya sekitar dua ratus jiwa. Hampir semua nelayan atau istri nelayan. Rumah-rumah menghadap ke utara membelakangi laut, karena nenek moyang kami bilang tidak sopan memandang laut selatan terlalu lama. Laut itu punya pemilik, dan pemiliknya tidak suka ditatap.

Gue lahir di sini. Gue akan mati di sini, dan selama enam puluh satu tahun hidup di tempat ini, gue sudah terbiasa dengan hal-hal yang orang kota akan sebut tidak masuk akal. Ombak yang bersuara seperti nama seseorang di malam tertentu. Bau kemenyan yang datang dari arah laut waktu angin bertiup dari selatan. Nelayan yang hilang dan ditemukan tiga hari kemudian di pantai yang berbeda  dalam kondisi selamat tapi tidak bisa mengingat apapun yang terjadi selama tiga hari itu.

Kami tidak membicarakan hal-hal itu dengan keras. Kami hanya tahu bahwa ada aturan-aturan tidak tertulis yang harus diikuti kalau mau hidup tenang di tanah ini. Salah satunya adalah : jangan terlalu dekat dengan orang yang baunya sudah berubah.

Tentang Rumah Sebelah

Rumah di sebelah kanan rumah gue sudah kosong selama tiga tahun sebelum akhirnya ada yang menempatinya lagi. Pemilik lamanya pasangan tua, Pak Marno dan istrinya pindah ke Wonogiri ikut anak mereka. Rumahnya ditinggal begitu saja, kuncinya dititipkan ke gue. Lalu suatu hari, sekitar pertengahan 2020, ada perempuan yang datang ke rumah gue, dan bilang dia sudah menghubungi keluarga Pak Marno dan menyewa rumah itu. Perempuan itu namanya Lastri.

Usianya waktu itu mungkin sekitar tiga puluh tahunan. Gue tidak bisa terlalu tepat karena ada sesuatu yang aneh dengan wajahnya dari pertama kali gue lihat, wajahnya terlihat lebih tua dari tubuhnya, atau mungkin sebaliknya, gue tidak bisa memutuskan. Dia datang sendirian, tidak ada suami, tidak ada anak, tidak ada keluarga yang mengantar. Hanya dia dan satu koper besar, satu tas ransel, dan satu bungkusan yang dibungkus kain jarik hitam yang dia pegang sepanjang waktu, tidak pernah diletakkan, tidak pernah dilepas dari tangannya.

Istri gue nyiapin teh dan mengajak ngobrol seperti biasa. Lastri ramah, bicaranya pelan, menjawab pertanyaan dengan cukup tapi tidak berlebihan.

Dari mana asalnya — Cilacap.

Kenapa pindah ke sini — Mau tenang, katanya. Mau dekat laut.

Kerja apa — Tidak kerja, katanya. Masih ada simpanan.

Waktu istri gue masuk ke dapur, gue sempat menatap bungkusan jarik hitam yang ada di pangkuan Lastri. Dari celah lipatannya, gue lihat sesuatu yang hitam dan panjang menjuntai keluar. Rambut.

Bulan Pertama

Lastri jadi tetangga yang baik di bulan pertama. Tidak berisik. Tidak mengganggu. Sesekali memberi ikan kalau dapat rezeki lebih dari pasar. Sesekali mampir ngobrol sebentar di pagi hari. Tapi ada dua hal yang gue notice sejak hari pertama. Pertama, Lastri tidak pernah menjemur pakaian di siang hari.

Ini hal kecil. Tapi di kampung pesisir seperti ini, menjemur pakaian adalah aktivitas pagi yang tidak bisa tidak dilakukan. Angin laut dan matahari adalah kombinasi terbaik untuk mengeringkan baju yang susah kering karena udara lembab sepanjang waktu. Semua orang menjemur pakaian di pagi sampai siang. Lastri menjemurnya setelah maghrib.

Gue tanya suatu hari — dengan santai, basa-basi tetangga biasa.

Dia bilang kulitnya sensitif. Tidak tahan panas matahari langsung.

Gue terima jawaban itu. Waktu itu.

Kedua, Setiap malam Jumat, ada bau yang datang dari rumah Lastri. Bukan bau masakan. Bukan bau rokok. Bau kemenyan. Dicampur sesuatu yang lebih berat dan lebih manis bunga, mungkin, tapi bunga yang sudah layu, bukan yang segar. Gue kenal bau itu.

Di kampung pesisir selatan, bau itu bukan hal yang sepenuhnya asing. Ada orang-orang yang melakukan laku tertentu pada malam-malam tertentu membakar kemenyan, menaruh sesaji, mengirimkan doa ke leluhur atau ke sesuatu yang lebih tua dari leluhur. Gue tidak tanya soal itu. Di sini, ada hal-hal yang lebih sopan untuk tidak ditanyakan.

Bulan Ketiga Sesuatu Berubah

Perubahan itu tidak datang tiba-tiba. Datangnya pelan, seperti air pasang yang naiknya tidak terasa, sampai tiba-tiba lutut kamu sudah basah. Yang pertama berubah adalah penampilan Lastri. Bukan berubah menjadi lebih buruk, tapi justru sebaliknya dan itu yang membuat gue dan istri gue membicarakannya diam-diam.

Lastri terlihat lebih muda dari bulan ke bulan. Kulitnya lebih cerah, matanya lebih bersinar, cara jalannya berubah lebih ringan, lebih percaya diri. Istri gue bilang mungkin udara laut cocok sama dia. Gue tidak bilang apa-apa, tapi gue mengamati lebih cermat.

Yang kedua berubah adalah frekuensi bau kemenyan itu. Kalau sebelumnya hanya malam Jumat, sekarang hampir setiap malam. Dan intensitasnya lebih pekat. Kadang pagi hari gue bangun dan sisa baunya masih ada di udara, seperti menempel di serat kayu rumah gue yang berbatasan langsung dengan rumah Lastri.

Yang ketiga, dan ini yang paling membuat gue tidak nyaman adalah suara. Sekitar bulan ketiga, gue mulai dengar suara dari rumah Lastri di tengah malam, bukan suara keras. Justru sangat pelan seperti seseorang sedang berbicara dengan ritme yang konstan bukan percakapan biasa, tapi seperti mantra, atau hitungan, atau keduanya. Suaranya selalu berhenti tepat sebelum azan subuh.

Pertemuan dengan Mbah Parti

Mbah Parti adalah perempuan tertua di kampung kami. Usianya tidak ada yang tahu pasti dia sendiri bilang sudah lupa, tapi yang jelas dia sudah ada sejak sebelum orang tua gue lahir. Dia tinggal di ujung kampung, dekat muara sungai kecil yang mengalir ke laut. Rumahnya selalu harum serai dan jahe. Gue pergi ke sana suatu sore, pura-pura mampir karena anak buah Mbah Parti baru dapat tangkapan besar dan gue mau beli ikan. Tapi tujuan gue yang sesungguhnya adalah bertanya.

Gue ceritakan tentang Lastri. Tentang bau kemenyan. Tentang suara di tengah malam. Tentang perubahan penampilan yang membuat gue tidak nyaman. Mbah Parti mendengarkan sambil memilah ikan. Tidak memandang gue, tangannya terus bergerak. Waktu gue selesai cerita, dia diam lama. Lalu dia tanya satu hal.

"Rambuté, Kang. Rambuté Lastri — panjang ta?"

Gue bilang iya. Sangat panjang sampai pinggang, hitam pekat.

Mbah Parti mengangguk pelan.

"Lan saben esuk, ana rambut panjang ing ngarep omahe?" (Dan setiap pagi, ada rambut panjang di depan rumahnya?)

Gue diam. Gue baru sadar bahwa memang ada. Gue sudah lihat berkali-kali tapi tidak pernah menghubungkannya dengan apapun. Hanya selalu gue anggap rambut yang rontok terbawa angin.

"Iku dudu rambut sing rontok, Kang," kata Mbah Parti pelan. (Itu bukan rambut yang rontok, Kang.)

"Iku rambut sing wis dienggo. Sing wis diobong. Sisiné." (Itu rambut yang sudah dipakai. Yang sudah dibakar. Sisanya.)

Gue tanya — dipakai untuk apa.

Mbah Parti akhirnya menatap gue. Matanya yang sudah sangat tua itu menatap gue dengan ekspresi yang gue tidak bisa baca dengan tepat,  antara kasihan dan waspada.

"Ritual Rambut Sewu, Kang. Nanging iki dudu Rambut Sewu sing biasa. Iki Rambut Sewu Segoro." (Ritual Rambut Sewu, Kang. Tapi ini bukan Rambut Sewu biasa. Ini Rambut Sewu Segoro.)

Gue tidak pernah dengar istilah itu sebelumnya. Mbah Parti menjelaskan dengan singkat dan dengan nada suara yang membuat gue merinding meski udara sore itu panas. Rambut Sewu Segoro (Rambut Sewu Laut) adalah varian dari ritual yang sama tapi dilakukan di daerah pesisir selatan, di mana kekuatan laut digunakan sebagai amplifier. Sebagai penguat ritual yang sama jelasnya bekerja, kata Mbah Parti, tapi dengan harga yang berbeda.

"Yen Rambut Sewu biasa mbayar karo awake dewe — Rambut Sewu Segoro mbayar karo liyané." (Kalau Rambut Sewu biasa membayar dengan dirinya sendiri — Rambut Sewu Segoro membayar dengan orang lain)

Gue tanya — orang lain yang mana.

Mbah Parti tidak menjawab.Dia hanya menatap ke arah kampung ke arah rumah Lastri yang bisa dilihat dari sini kalau cuaca cerah. Dan gue menyadari bahwa pandangan itu bukan mengarah ke rumah Lastri, tapi ke rumah-rumah di sekitarnya.

Bulan Kelima Tetangga Mulai Sakit

Hal pertama yang gue notice adalah istri Pak Kumis,  tetangga dua rumah dari Lastri,  tiba-tiba jatuh sakit. Bukan sakit yang bisa dijelaskan dokter puskesmas. Badannya lemas, rambutnya rontok, nafsu makannya hilang. Dokter bilang mungkin anemia, kasih suplemen. Seminggu tidak membaik. Dibawa ke rumah sakit kabupaten, semua hasil laboratorium normal. Tapi dia terus melemah.

Yang kedua adalah anak Pak Hadi, laki-laki dua belas tahun  tiba-tiba tidak mau makan dan tidak mau bicara selama hampir seminggu. Matanya kosong. Duduk di teras seharian menatap ke arah rumah Lastri tanpa ekspresi. Dokter bilang mungkin trauma psikologis, orangtua Hadi tidak tahu trauma apa yang anaknya alami.

Yang ketiga adalah kejadian yang gue sendiri tidak mau terlalu lama memikirkan. Suatu pagi gue bangun lebih awal dari biasanya. Jam empat kurang, langit masih hitam, gue keluar ke teras untuk ngecek perahu tetangga yang gue ikut jaga karena pemiliknya sedang ke luar kota. Dan dari teras gue lihat Lastri, dia berdiri di tepi pantai sendirian. Rambutnya terurai panjang dan tampak bergerak meski tidak ada angin yang cukup kencang untuk menggerakkannya seperti itu.

Tangannya terentang ke kedua sisi. Telapak tangannya menghadap ke atas, wajahnya menghadap ke laut. Dan dari jaraknya sekitar lima puluh meter dari tempat gue berdiri,  gue bisa lihat ada sesuatu di tangannya yang terbakar pelan. Merah kecil di masing-masing telapak tangan. Gue berdiri diam sangat lama, lalu Lastri menolehkan kepalanya ke arah gue. Bukan karena gue bersuara. Gue tidak bersuara. Gue tidak bergerak, tapi dia tahu gue ada.

Dia menatap gue dari kejauhan itu selama beberapa detik, lalu dia senyum. Gue yang sudah enam puluh satu tahun hidup di kampung pesisir ini dan sudah terbiasa dengan hal-hal yang tidak bisa dijelaskan,  untuk pertama kalinya dalam ingatan gue yang panjang itu, gue masuk ke dalam rumah dengan cepat dan mengunci pintu.

Percakapan yang Seharusnya Tidak Terjadi

Seminggu setelah kejadian di pantai itu Lastri datang ke rumah gue. Sore hari, membawa pisang goreng, senyumnya lebar. Istri gue persilakan masuk dan buatkan teh, gue duduk di kursi seberang. Berusaha terlihat biasa. Lastri ngobrol santai, nanya soal kondisi laut belakangan ini. Nanya soal tetangga yang sakit. Nanya soal jadwal hajatan yang katanya bulan depan ada. Gue jawab semuanya pendek-pendek.

Lalu Lastri berhenti sebentar minum tehnya. Menatap gue dengan mata yang gue tidak bisa baca.

"Pak Sardi sering bangun pagi ya," katanya pelan.

"Biasa, Bu. Nelayan."

"Sering ke pantai juga?"

"Kadang-kadang."

Lastri mengangguk. Senyumnya tidak berubah. "Pak Sardi tahu, kan, di sini ada aturan tidak tertulis soal melihat sesuatu di pantai sebelum subuh?"

Gue tahu ke mana arah pembicaraan ini, tapi gue tetap diam.

"Kata orang-orang tua di sini," lanjut Lastri dengan nada yang sangat santai, sangat datar, "Kalau seseorang melihat sesuatu yang bukan urusannya di pantai sebelum subuh dan dia diam saja, tidak cerita ke siapa-siapa biasanya tidak ada masalah. Semua baik-baik saja."

Dia berhenti sebentar.

"Tapi kalau dia cerita ke tetangga, ke orang tua kampung, ke siapapun,  biasanya ada harga yang harus dibayar."

Istri gue waktu itu sedang di dapur, tidak dengar percakapan ini.

Gue menatap Lastri. Lastri menatap gue kembali.

"Bapak sudah cerita ke siapa-siapa?" tanyanya.

Suaranya masih lembut. Masih senyum. Tapi matanya —Matanya sudah tidak sama dengan mata manusia yang gue kenal.

"Belum," kata gue. Itu bohong.

Yang Terjadi pada Mbah Parti

Tiga hari setelah percakapan itu, Mbah Parti sakit mendadak parah. Tidak ada yang bisa menjelaskan. Perempuan yang selama puluhan tahun tidak pernah sakit lebih dari masuk angin biasa itu tiba-tiba tidak bisa bangun dari kasur. Badannya dingin, matanya setengah terbuka, napasnya berat. Cucu-cucunya panik dan membawanya ke rumah sakit.

Sebelum dibawa, dalam kondisi setengah sadar itu, Mbah Parti memegang tangan cucu tertuanya dan berbisik sesuatu. Cucu itu yang gue kenal baik karena sering bantu gue di perahu dulu menceritakan ke gue apa yang Mbah Parti bisikkan. Katanya Mbah Parti bilang :

"Ojo kandakke Pak Sardi. Ojo kandakke. Wis kasep." (Jangan beritahu Pak Sardi. Jangan beritahu. Sudah terlambat.

Dua Minggu Terakhir

Mbah Parti tidak kembali ke kampung. Dia meninggal di rumah sakit empat hari setelah dirawat. Dokter bilang organ-organnya mengalami kegagalan yang tidak bisa dijelaskan secara medis untuk seseorang yang kondisi fisik sebelumnya tidak ada masalah berarti. Istri Pak Kumis perlahan membaik setelah Mbah Parti meninggal.

Anak Pak Hadi kembali normal, dan Lastri — Lastri terlihat lebih sehat dari sebelumnya. Lebih bercahaya, lebih muda. Lebih kuat. Seperti ada sesuatu yang dipindahkan. Gue amati semua itu dari teras gue, sambil ngopi, sama seperti biasanya. Gue tidak cerita ke siapa-siapa lagi, tapi gue terus mengamati.

 

Karena ada satu hal yang gue notice dalam beberapa hari terakhir ini hal yang belum pernah gue ceritakan kepada siapapun dan baru sekarang gue tuliskan pertama kalinya. Setiap pagi, waktu gue menyapu teras ada rambut panjang di depan pintu rumah gue. Bukan satu dua helai, ta[I puluhan. Hitam, tersusun rapi. Gue sapu, gue buang.

Keesokan paginya ada lagi. Gue tanya istri gue apakah dia tahu dari mana rambut-rambut itu. Istri gue menggeleng bingung.

"Lho, Pak — itu kan rambut Bapak sendiri."

Gue terdiam.

Gue pegang sehelai rambut yang tersisa di sapu gue. Gue lihat dengan teliti. Hitam pekat, panjang hampir semester, dan gue baru ingat satu hal yang selama ini tidak pernah gue permasalahkan, rambut gue sudah putih semua sejak dua belas tahun lalu.

Dusun Kalongan, pesisir selatan Jawa. Ritual Rambut Sewu Segoro tidak meminta rambut dari lakunya. Ia meminta rambut dari yang paling dekat dengan pelakunya, yang paling sering melihat, yang paling banyak tahu.. Dan yang paling tidak pernah curiga bahwa sejak malam pertama Lastri datang ke kampung ini ritual itu sudah berjalan, Pak Sardi sudah menjadi bagian darinya tanpa pernah diminta, tanpa pernah tahu.

June 06, 2026 6 komentar
Older Posts

Followers

About Me


Just Married


Tentang Aku

Tentang Eni Martini

Tentang DUNIAENI

Read More

Created with by ThemeXpose